Menyingkap Kerajaan Allah dan Membangun Karakter Berbasis Tauhid Sifatiyah

Ayat kursi sebagai sayyidul Baqarah harus difahami dan diletakan pada kedudukannya sebagai sayyidul kalam. Yakni ayat untuk memahami Allah melalui pemahaman kerajaannya yang didalamnya muara dari tauhid, harus menjadi dasar dalam pembentukan karakter diri atau akhlak.

Untuk masuk ke ayat kursy tidak sembarangan, hal ini terkait dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 254. Ayat 254 yang dipanggil oleh Allah adalah Orang yang beriman. Kata orang beriman merupakan kata kunci dan yang dipanggil untuk memasuki kerajaan-Nya.

Pengajian Bulanan pada Bulan 22 April 2012/30 Jumadil Akhir 1433 H

KAJIAN AYAT KURSY
MENYINGKAP KERAJAN ALLAH DAN MEMBANGUN
KARAKTER BERBASIS TAUHID SIFATIYAH

Disampaikan oleh KH. Saich Saadih Albatawi
Disusun transkripnya oleh:
Dr.Ir. Nandang Najmulmunir, MS

 

Ayat Kursy sering digunakan untuk berdzikir, namun terkadang disalah gunakan oleh para dukun, atau siapa saja untuk melakukan istidzraj (artinya memaksa Allah dengan nafsunya, sesuai dengan keinginannya termasuk kursi kekuasaan).

Padahal Ayat Kursi adalah Inti dari Al-Quran sesuai dengan petikan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Buchary:

 

 

: أن سيد الكلام القرآن ، وسيد القرآن البقرة ، وسيد البقرة آية الكرسي

 

Sesungguhnya yang Utama Perkataan adalah Al-Quran, dan Yang Utamanya Al-Quran adalah Surat Al-Baqarah dan Yang Utama dari Al-Baqarah adalah Ayat Kursy. (Shahih Buchary)

 

Berikutnya apa yang disampaikan oleh Sayyidina Ali r.a kepada Sahabatnya sebagai berikut:

 

أين أنتم عن آية الكرسي ، ثم قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم « يا عليّ ، سيد البشر آدم ، وسيد العرب محمد ولا فخر ، وسيد الفرس سلمان ، وسيد الروم صهيب ، وسيد الحبشة بلال ، وسيد الجبال الطور ، وسيد الأيام يوم الجمعة ، وسيد الكلام القرآن ، وسيد القرآن البقرة ، وسيد البقرة آية الكرسي

 

Sayidna Ali r.a dimana kamu sekalain tentang ayat kursi, kemudian Ali berkata: Berkata kepadaku Rasulullah saw wahai Ali yang utama dari manusia adalah Adam, yang utama dari Bangsa Arab adalah Muhammad bukan membanggakan diri, yang Utama dari Persia ada Sulman, Yang Utama dari Rumawi adah Shuhaib, yang Utama dari Bangsa Habasah adalah Bilal, Yang utama Gunung adalah Thur, yang utama dari hari adalah Jumat dan yang Utama dari kalam adalah Al-Quran, yang utama dari Al-Quran adalah Al-Baqarah dan Yang Utama dari Al-Baqarah adalah ayat Kursi.

 

Ayat kursi sebagai sayyidul Baqarah harus difahami dan diletakan pada kedudukannya sebagai sayyidul kalam. Yakni ayat untuk memahami Allah melalui pemahaman kerajaannya yang didalamnya muara dari tauhid, harus menjadi dasar dalam pembentukan karakter diri atau akhlak.

Untuk masuk ke ayat kursy tidak sembarangan, hal ini terkait dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 254. Ayat 254 yang dipanggil oleh Allah adalah Orang yang beriman. Kata orang beriman merupakan kata kunci dan yang dipanggil untuk memasuki kerajaan-Nya. Maka langkah pertama adalah menyingkap atau membuka tabir siapa orang beriman ini, yang diundang oleh Allah untuk memasuki kerajaan-Nya.

 

A. Singkapan Pertama: Orang-orang Beriman

 

Orang beriman ditafsirkan juga Almuwahhiduun. Yakni orang-orang yang sudah bertauhid. Untuk memahami ayat ini maka kita fahami dulu Surat Al-Hujurat ayat 14, terkait dengan banyak orang sudah merasa termasuk orang beriman sehingga memaksa Ayat Kursi untuk kepentingannya, padahal ayat itu mengajak kepada orang yang beriman yang sesungguhnya.

 

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آَمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14)

 

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhny a Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”( Al-Hujurat:14)

 

Ayat di 14 Al-Hujurat menurut As-Suddi berkenaan dengan kedatangan Arab Badui yang disebutkan dalam Surah Al-Fath, yaitu orang Badui Muzainah, Juhainah, Aslam, Gifar, Ad-Dil dan Asyja’. Mereka berkata ”kami beriman” dengan tujuan supaya aman jiwa dan hartanya. Namun ketika mereka dikerahkan oleh orang-orang kafir buat memerangi Madinah, ternyata mereka ingkar dari imannya. Kemudian Rasullah SAW mengajarinya kepada mereka katakanlah ”kami menyerah dan tunduk”. Hal ini merupakan ajaran kesopanan Nabi kepada orang Arab, yang imannya masih lemah. Rasulullah SAW tidak mengatakan ”dusta kamu sekalian” (kazabtum), tetapi dengan kata Quluu aslamna (ucapkanlah olehmu tunduk).

Ayat ke-14 merupakan indikator yang memiliki komitmen diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang diindikasikan oleh ketaatan kepada Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Ajaran tersebut merupakan tatanan sistem dimana terjadinya sebuah bangunan yang menyatu dan utuh, yakni bangunan keyakinan dalam hati, kemudiannya satunya frekwensi hati dengan ucapan lisan dan wujud amaliahnya.

Untuk memahami bagaimana iman masuk dalam hati?, maka terlebih dahulu kita harus memahami siapa diri kita ?. Menurut Imam Ghozali dalam kitab Kimiyaussadah dalam diri kita ada 4 sifat. Yang pertama sifatul bahaaim yakni sifat binatang yang selalu mencari kebahagiaan sebatas makan, minum, tidur dan syahwat seksual. Kedua sifatussiba’ yakni sifat binatang buas, yang akan mencari kebahagiaan dalam menguasai musuh dan membunuhnya. Ketiga sifatusyayatin sifat setan yang senantiasa menjadi tokoh intelektual dalam kejahatan, tipu daya, dan makar dan keempat sifatulmalaikat yaitu yang dapat memahami keindahan, kesempurnaan dan menyaksikan pada ciptaan Allah.

Sifat yang keempat harus dipupuk dan disiram agar tumbuh dengan baik dan berbuah amal soleh. Untuk Sifat keempat dijelaskan lagi dalam Al-Quran merupakan rahasia hati yang terbagi, Qolbun syahid, Qolbun Salim dan Qolbun Munib.

Qolbun syahid adalah lapis pertama dari hati adalah akal dan fikiran untuk mengolah ayat-ayat jagat raya sebagai ciptaan Allah (ayatkauniah) yang tertangkap oleh penglihatan, pendengaran dan diolah oleh nalar, untuk memberikan kesimpulan dan yakin atas ciptaan Allah. Jadi qolbun syahid adalah upaya untuk memproses informasi sehingga sampai pada kesimpulan tauhid rububuyyah dan menghasilkan suatu keyakinan pada Penciptanya. Bahwa Allah menciptakan dengan proses sehingga tercipta makhluk, sehingga setiap proses ini dapat menjadi tarbiyyah atau pelajaran kepada manusia. Itulah Rabbul alamiin Allah yang melakukan tata kelola jagat Raya.

Qolbun Salim adalah ruang hati paling tinggi dimana didalamnya tersimpan sebuah pemahaman kepada sifat-sifat Allah. Dari rububiyyah dengan keyakinannya, maka masuk melalui pandangan ainul bathin mata batin mengenal pada sifat-sifat Allah yang terkandung dalam asamanya. Sehingga dengan keyakinan dan mengenal sifat inilah menjadi tujuan hidup ada dalam ridonya. Dengan qolbun salim maka Allah menjadi segalanya dan tujuan akhir dari seluruh perjuangan hidupnya. Inilah Tauhid Uluhiyyah.

Melalui Qolbun salim melakukan upaya untuk introspeksi diri tinjauan kedalam diri sendiri (inward looking), apakah betul kita orang yang memiliki keimanan kepada Allah dan Rasulnya, atau selama ini banyak munafiknya, karena hati yang selalu kotor, hati banyak diperintah oleh hawa nafsunya, dan kesombongannya, selalu mencari popularitas, atau hati yang masih tersimpan sebagai penyakit yang menyebabkan tertolak amal ibdahnya.

Qalbun Munib adalah hati yang sudah menyatu dengan sifat Arrahman walaupun Allah tidak terlihat namun tunduk dan patuh pada perintahNya dan selalu bertaubat dari perbuatan maksiat dan senantiasa ada gelora keyakinan karena telah sampai pada marifat kepada sifat, sehingga membentuk manusia muttaqin.

Berdasarkan uraian tentang tata ruang hati di atas, maka iman masuk melalui qolbun syahid, musyahadah pada afal Allah, kemudian masuk ke dalam qolbun Salim, sebagai ruang faham kepada Sifat-Sifat Allah dan sifat itu diwujudkan dalam perbuatan karena berkeyakinan hidup akan kembali kepada Allah.

Keempat sifat yang melintas dalam diri manusia, akan muncul dalam tiga tentara, yang akan mengendalikan dirimu. Tentara itu terbagi atas 2 kelompok, yakni tentara yang dzahir berupa Syahwat dan Marah. Sedangkan yang satu lagi tentara Bathiniah berupa Aqal tempat berseminya Ilmu. Terutama ilmu yang telah faham kepada sifat-sifat Allah. Jika tentara Aqal menguasai marah maka ia akan menjadi orang yang Sabar, Pemaaf dan jika Syahwat dikendalikan dengan Aqal maka ia akan menjadi manusia yang qanaah, yaitu orang yang pandai bersyukur dengan pemberian Allah. Namun sebaliknya Syahwat dan Marah mengendalikan Aqal yang ada dalam hati nurani yang bersih akibatnya adalah kehancuran, yang yang akan muncul adalah akhlaqul madmumah, akhlak yang tercela. Penguasaan nafsu dan amarah terhadap Aqal telah dicontohkan oleh Ulama kelakuannya tercela seperti tercelanya sifat binatang (lihat tulisan Balam bin Baura).

Proses penguasaan Aqal terhadap 2 kekuatan tadi disebut dengan pendakian rohani. Pendakian tadi diproses melalui proses Takholly, yakni proses yang berupaya untuk membuang sifat buruk melalui pengendalian syahwat dan Nafsu amarah. Zona ini sering disebut dengan zona lautan merah identik dengan kehidupan yang penuh dengan pemburuan kenikmatan atau hidup dalam zona hedonistik (diambil dari kata hedon adalah dewa kenikmatan). Proses takholly berarti keluar dari zona hedonistik.

Proses selanjutnya adalah pemahaman ajaran Rasulullah yang dimulai dengan menutup pintu zona penuh kemaksiatan dan sadar dengan perjalanan diri menuju Allah dengan taubat dan diisi dengan ilmu dan pelaksanaan syariat Allah, proses ini disebut Tahally. Dan ajaran yang telah difahami baik secara syariat dan hakekat, dan menjadi keyakinan dalam hati, maka dimuncukan dalam ucapan dan perbuatan sehingga apa yang ada dalam keyakinan hati menjadi satu kata dengan perbuatannya. Inilah yang disebut dengan Proses Tajally.

Sumber : http://as-samawaat.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s