Problem Keuangan : Antara Menghilangkan Masalah vs Menyelesaikan Masalah

Banyak orang ingin menghilangkan masalah yang menderanya. Biasanya, orang itu berharap ada orang atau pihak lain yang akan menyelesaikan masalahnya itu.

Jika dia terlilit hutang maka yang ada benaknya adalah ‘hanya’ dan ‘hanya’ dana segar,  sebagai obat mujarab untuk melepaskan diri dari lilitan (misalnya masalah keuangan).

Padahal tanpa kepemimpinan diri yang kuat, uang cash justru akan membuat dia menjadi seseorang yang Debt addicted.

“Menjadi coach itu bukan untuk mem bail-out masalah orang lain tetapi membuat yang bersangkutan bertanggung jawab atas permasalahannya sendiri,” Presiden IIBF, Heppy Trenggono membuka presentasi di depan peserta workshop Voluntary Coach (VCoach) IIBF, Rabu siang, di kawasan Cipaku, Bandung, Jawa Barat.

Maka coaching itu, lanjut Heppy berbeda dengan mentoring atau teaching. Mentoring itu menyampaikan sesuatu berdasarkan atas pengalaman yang pernah dijalankannya. Teaching menyampaikan materi tanpa harus menjalankan apa yang diajarkan. “Maka dulu ketika kita SD, jika guru matematika tidak datang, guru agamapun bisa menggantikannya,” Heppy memberi contoh.

IIBF sendiri bukan tempat untuk menghilangkan masalah tetapi menemukan cara bagaimana menyelesaikan masalah itu. Selama hidup dan bisnis itu masiih berjalan selama itu pula masalah akan tetap ada.

Bagaimana masalah akan hilang dari seseorang, sementara dengan masalah itu Allah SWT menyampaikan sesuatu kepada hambaNya. “Maka yang kita rubah adalah cara bermainnya,” kata Heppy.

Seseorang yang berada dalam masalah, akan mengalami atau mengulang masalah yang sama jika dia tidak merubah cara bermainnya.

Cara bermain itu sangat ditentukan oleh pemahaman dan karakter yang bersangkutan. “Di IIBF, terhadap orang bermasalah kita tidak langsung pada masalahnya sendiri, tetapi kita akan rubah karakternya dulu,” tegas Heppy.

Maka jangan heran ketika ada orang datang ke IIBF dengan beban hutang puluhan miliar, yang ditanya pertama kali adalah, bagaimana hubungannya dengan orang tua terutama ibu, suami atau istri, hubungan dengan saudara, dan ada tidak harta haram dalam bisnisnya.

Jika sudah clear maka baru dilihat cara bermainnya. “Yang paling tahu tentang cara bermainnya adalah yang bersangkutan sendiri. Tugas kita adalah mengarahkan dan memberinya tantangan,” jelas Heppy.

Coach itu, lanjut Heppy bukanlah orang tahu tentang detail suatu masalah tetapi memahami prinsip dasar masalah itu. Maka tidak perlu orang yang ahli tetapi harus orang yang faham tentang prinsip dan dasar-dasar masalah serta memiliki leadership yang baik.

VCoach sendiri adalah program IIBF untuk membina kader yang akan membangun ekonomi dan karakter umat dan bangsa. “Program ini mendesak untuk diadakan,” kata Mohammmad Slamet, Direktur Diklat Indonesia Mentoring, penyelenggara workshop ini.

“Kita kekurangan pendakwah ekonomi yang akan menjelaskan tentang mana ekonomi jalan lurus dan mana ekonomi yang merusak. Berbagai modus dan bentuk money game sebagai produk turunan “ekonomi merusak kehidupan” hari ini beredar dengan menjadikan rakyat kecil sebagai sasaran.

“Hampir tidak ada yang memberi tahu umat kita, mana yang boleh diambil dan mana yang harus ditinggalkan,” ungkap Slamet. Celakanya, Sebagian pemain utamanya adalah orang asing yang beroperasi di Indonesia dengan menjadikan anak-anak Indonesia sebagai pengedar dan pemakainya. Ketika semua orang bermasalah dengan permainan itu dia lari dengan membawa uang triliyunan.

VCoach diadakan selama lima hari dengan jadwal yang sangat ketat. Peserta memulai aktifitas dari jam 03.30 wib dengan qiyamul-lail hingga shubuh.

Usai sholat subuh dilanjutkan dengan outbond dan senam pagi. 08.30 wib materi dimulai hingga pukul 22.00 wib. Usai workshop ini, selama satu tahun ke depan peserta harus mengadakan pertemuan periodic untuk up grade. Perjalanan satu tahun ini sangat menentukan apakan peserta itu mendapat predikat, Certified Coach, Uncertified Coach, Certified BOD Chairman. (2as)

Penulis : iibf-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s