3 hal penting yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin

Workshop Kebangsaan yang diselenggarakan oleh majelis zikir “Assamawat” di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, yang berlangsung tanggal 12 – 13 Juli
Workshop Kebangsaan yang diselenggarakan oleh majelis zikir “Assamawat” di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, yang berlangsung tanggal 12 – 13 Juli 2011

Memimpin itu adalah fardlu ‘ain, karena semua orang dilahirkan sebagai seorang pemimpin.

Dalam bentuk yang paling kecil sesorang harus memimpin diri sendiri.

Memimpin tidak sama dengan menjabat. Karena ternyata banyak orang yang menjabat tetapi tidak memimpin.

Sebaliknya tidak sedikit orang yang tidak memiliki jabatan apa-apa tetapi dia memimpin banyak orang. Mengapa? karena orang tersebut memiliki karakter sebagai seorang pemimpin.

“Seorang kyai atau ulama tidak memiliki jabatan formal apa-apa tetapi dia memimpin banyak orang di sekelilingnya, “kata Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono di depan 67 orang ulama dan ustadz. Ulama dan ustadz itu adalah peserta Workshop Kebangsaan yang diselenggarakan oleh majelis zikir “Assamawat” di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, yang berlangsung tanggal 12 – 13 Juli.

Menurut Heppy, ada tiga atribut yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ingin kepemimpinannya dapat berjalan efektif dan benar.

Pertama Leadership, yakni karakter seorang pemimpin

Atribut ini akan membuat seorang pemimpin di dengar ucapannya, diikuti perintahnya dan ditiru oleh orang-orang yang dipimpinnya. “

Seorang pemimpin itu harus bisa menjadi contoh untuk orang yang dipimpinnya. Karena itu menjadi pemimpin itu bukan pekerjaan paruh waktu tetapi sepanjang waktu,” kata Heppy.

Seorang pemimpin sering tidak diikuti perintahnya karena perbuatannya tidak mencerminkan apa yang dikatakannya. Orang lain, kata Heppy, bisa mendengar ucapannya tetapi dalam waktu yang sama melihat apa yang diperbuatnya.

Tanpa leadership seorang pemimpin tidak akan bisa menggerakkan orang yang dipimpinnya. Kepemimpinan tidak akan berjalan tanpa ada ketaatan.

Pemimpin yang ditaati adalah pemimpin yang diikuti dengan keridhoan oleh orang yang dipimpinnya. Dan tugas utama seorang pemimpin itu adalah membentuk karakter orang yang dipimpinnya.

Kedua, Entreprenurship atau jiwa wirausaha

Atribut ini berguna untuk membangun kesejahteraan.

Entrepreneurship bukanlah atribut yang hanya dimiliki oleh para pengusaha tetapi oleh semua orang terlebih-lebih seorang pemimpin. Tanpa entrepreneurship seseorang tidak bisa mengelola kekayaannya.

Negara-negara hebat di dunia saat ini adalah negara-negara yang dibangun dan dipimpin oleh seorang yang memiliki jiwa entrepreneurship.

“China tidak akan bisa menjadi seperti hari ini jika Deng Xiao Phing tidak memiliki jiwa entrepreneurship. Singapura juga tidak akan seperti sekarang jika Lee Kwan Yew tidak memiliki mindset entrepreneurship,” jelas Heppy.

Heppy menambahkan permainan dunia ini sesungguhya adalah permainan ekonomi. Sedangkan yang lain-lain seperti politik dan militer adalah permainan yang digunakan untuk menunjang tujuan ekonomi.

Maka jika seorang pemimpin tidak memiliki kecerdasan ekonomi maka hampir dipastikan bangsa yang dipimpinnya akan menjadi bangsa miskin.

“Negaranya boleh jadi adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam tetapi bangsanya menjadi bangsa miskin karena pemimpinnya yang tidak cerdas ekonomi,” ungkap Heppy.

Sebaliknya, kata Heppy banyak negara di dunia yang tidak memiliki banyak sumber alam tapi menjadi bangsa hebat dan jaya karena pemimpinnya yang cerdas mengelola kekayaan.

Ketiga, Spiritualitas

Atribut ini akan mengarahkan kemana kekuasaan dan kekayaan akan diarahkan. Seorang pemimpin yang memiliki spiritual tinggi tidak akan terjebak pada kekuasaan dan kekayaan yang ada di sekitarnya. Karena dia tahu semua itu adalah alat untuk mengabdi kepada Tuhannya. Semata-mata hanya sarana bukan tujuan hidup itu sendiri.

“Kekuasaan dan kekayaan di tangan seorang pemimpin yang tidak memiliki spiritualitas akan menjadi mesin penghancur buat kemanusiaan. Banyak dalam sejarah tentang pemimpin-pemimpin besar yang menjadi monster buat orang lain karena tidak memiliki spiritualitas,” ungkap Heppy.

Spiritualitas ini, kata Heppy yang akan membentuk karakter unggul pada seorang pemimpin. Dan jika seorang pemimpin tidak dengan sadar membangun karakter unggul maka secara tidak sadar pula dia sedang membangun karakter buruk. Heppy menegaskan hanya seorang pemimpin yang memiliki karakter unggul, jiwa wirausaha dan leadership kuat yang dapat membawa bangsanya menjadi bangsa besar, jaya, berprestasi dan disegani.

Dalam kesempatan yang sama, pemimpin majelis zikir “Assamawat”, KH. Saadih Al-Batawi menegaskan tiga atribut itu juga harus dimiliki oleh para ulama dan ustadz, terutama entrepreneurship.

Menurutnya, hari ini tidak sedikit ulama atau ustadz yang mencari hidup dari jemaahnya.

“Bagaimana ajaran mau berkah dan jamaah dapat hidayah kalau ustadz yang ngajarinnya adalah ustad proposal,” katanya dengan logat Betawi.

(Ustad Proposal adalah ustad-ustad/ulama/kyai yang suka mengajukan Proposal yang mengatas-namakan agama kpd para pejabat negara atau sumber-sumber kekuasaan lainnya .red)

KH. Saadih mencontohkan tentang perjalanan walisongo yang membangun ummat di tanah Jawa.

Para wali itu rata-rata adalah pebisnis yang berhasil dan dengan bisnisnya itu membangun ummat. Kyai yang dikenal sebagai ahli pengobatan ini, juga menegaskan kepada para peserta workshop untuk tidak mencari hidup di dalam jemaahnya namun bagaimana membangun kehidupan ekonomi jemaah.

“Kalo ente tidak paham ekonomi bagaimana membangun ummat, ntar yang terjadi malah ente nyari hidup dari ummat,” katanya tegas.

Kyai Saadih di kalangan jemaah dan warga di sekitar tempat tinggalnya dikenal sebagai kyai yang gemar membagi uang kepada orang miskin. Bahkan orang yang berobat kepadanya kerap diberi uang untuk ongkos taksi.

Sementara itu, project officer workshop, Ustadz Helmy Jatnika mengungkapkan workshop ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada para ulama dan ustadz tentang wawasan kebangsaan dan ekonomi.

Karena dalam sejarah para ulama yang membangun negara ini adalah orang yang memiliki kecerdasan ekonomi dan semangat membela bangsanya.

“Jangan sampai ulama dan ustadz kita alergi bicara uang dan tidak paham ekonomi. Padahal mereka ini yang berhadapan dengan ummat setiap hari,” kata Helmy.

Setelah ini, lanjut Helmy pihaknya akan mengadakan workshop untuk para ustadz dan ulama khusus tentang ilmu membangun kekayaan. Helmy mengatakan sudah berbicara langsung dengan Presiden IIBF yang juga Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono.

“Pak Heppy sangat setuju dan meminta untuk membicarakan hal teknis dengan tim IIBF,” ungkap Helmy. Helmy mengatakan “Assamawat” memiliki ribuan jemaah dan ke depan akan membangun pasar dan produk sendiri yang akan dipasarkan di internal dan juga untuk masyarakat umum. (AA)


Sumber Artikel & Gambar : http://beliindonesia.com/?p=327


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s