Meng-kaji Surat Al Fatihah

Al Fatihah

Bismillah hirrohman nirrohim.

Siapa yang tidak mengenal Surat Al Fatihah…?

Surat ini adalah surat al-Quran yang wajib dibaca di dalam sholat. Tidak sah sholat kita kalau tidak membaca Surat Al Fatihah.

Dalam prakteknya, surat Al Fatihah yang kita baca hanyalah sebuah “bacaan” saja. Surat itu tidak benar-benar masuk ke “hati” yang menyebabkan sholat kita hanyalah sebuah “gerakan” tanpa “arti”.

Apa yang bisa diharapkan dari sholat yg hanya mengandalkan “gerakan” saja…?
Bagaimana mungkin sholat membuat kondisi keimanan kita lebih baik sementara surat Al Fatihah yg kita baca hanyalah sebuah “bacaan”..?

Apa perbedaan sholat yang dilakukan “anak kecil” dengan sholat yg dilakukan oleh orang “dewasa”..?

Dalam artikel ini kita akan coba meng-kaji “makna” dari surat Al Fatihah, dengan harapan bisa menambah “keyakinan” kita pada saat melakukan sholat.

Surat Al Fatihah mengandung rahasia yang sangat “luas”. Saking luasnya rahasia ini tidak bisa ditulis walaupun kita sudah menggunakan tinta sebanyak air dilautan.

Rahasia ini juga tidak bisa diucapkan dengan kata-kata karena ucapan manusia sifatnya terbatas.

Tetapi.. walau bagaimanapun.. kandungan surat Al Fatihah harus kita pahami agar kita bisa memperbaiki “kualitas” sholat kita.

***

Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa surat al Fatihah hukumnya WAJIB kita baca di dalam sholat, maka “kandungan”nya juga WAJIB untuk dipahami jika ingin sholat kita “baik”.

Jika kita tidak memahami kandungan al Fatihah (yg merupakan bagian dari sholat), maka bacaan lain didalam sholat menjadi kurang bermakna. Sebab semua bacaan di dalam sholat “mengikuti” bacaan induknya yaitu surat Al Fatihah.

“Kandungan seperti apa” yg harus kita pahami dari surat al Fatihah..?

Mari kita coba simak / kaji surat al fatihah satu per satu, ayat demi ayat, sambil memohon kepada Allah agar berkenan menurunkan hidayah berupa rahasia kandungan al-Fatihah.

Kita akan mengkaji al-Fatihah khususnya pada saat kita membacanya didalam sholat.

***

Bacaan surat Al Fatihah dimulai dari bacaan Bismillah hirrohman nirrohim. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Sholat adalah “komunikasi” kita kepada Allah.

“Komunikasi” ini sama seperti kita “ngobrol” atau “berbicara” kepada sesama manusia. Satu sama lain HARUS saling mengerti apa yang sedang diucapkannya.

Jika satu sama lain TIDAK mengerti apa yg sedang diucapkan, apakah “komunikasi” itu bisa berjalan lancar..?

Banyak kasus yg terjadi adalah.. kita melakukan sholat BUKAN menghadap Allah, tetapi menghadap tembok/dinding. Kita tidak berkomunikasi dengan Allah melainkan kita berbicara sendiri tanpa ada yang mendengarkan.

Sholat terasa HAMPA.. KOSONG.. tanpa makna.. dan dilakukan dg maksud hanya untuk menggugurkan kewajiban saja.

Jangankan Allah, kita sendiri pun tidak akan sudi “mendengarkan” kicauan dari seseorang yg tidak jelas apa yg sedang diucapkannya.

Jika kita ingin “didengar” oleh Allah, maka syarat utama adalah kita harus mengerti dulu apa yg kita ucapkan. Dalam kasus ini kita sedang membahas al Fatihah, maka kita perlu mengetahui makna  al Fatihah dulu barulah kita akan “tersambung” dengan Allah.

Itulah MAKNA bacaan Bismillah hirrohman nirrohim.

Dengan menyebut nama Allah maksudnya ==> kita perlu memahami bahwa sholat adalah sebuah “komunikasi”.

Bismillah hirrohman nirrohim maksudnya ==> Allah tidak akan “mendengarkan” jika kita tidak mau belajar untuk memahami “apa” yg sedang kita baca di dalam sholat.

Bismillah hirrohman nirrohim maksudnya ==> menjelaskan kepada Allah apa tujuan kita untuk menghadap-Nya.

Bismillah hirrohman nirrohim maksudnya ==> Seakan-akan kita “berbicara” atau “berkomunikasi” kepada Allah sebagai berikut :

“Wahai Allah Tuhanku.. hamba datang (melaksanakan sholat) menghadap kpd Engkau.. hamba meyakini bahwa Engkau’lah ar-Rohman (maha penyayang).. dan Engkau sangat mengasihi hamba (ar-Rohim)..

“Telah Engkau berikan nikmat kepada hamba untuk bisa bertemu dengan-Mu (dalam sholat). Terima kasih ya Allah..

Alhamdulilah hirobbil alamin…

“Segala puji bagiMu ya Allah.. atas nikmat yg telah Engkau berikan kepada kami.. nikmat iman.. nikmat memiliki agama dan keyakinan.. dan nikmat kehidupan..

“Segala puji atas semua anugerah.. Engkau beri hamba harta.. Engkau beri kami kedudukan.. engkau beri kami kesehatan.. engkau beri kami keluarga.. suami.. istri.. anak.. teman.. pekerjaan..

“Segala puji untuk-Mu ya Allah atas semua itu..”

Ar-rohman nirrohiim..

Sungguh Engkau Maha Rohman dan Rohim.. dengan kasih sayangMu hamba bisa menghadapMu ya Allah..

Dengan sifat ar-rohman dan rohim-Mu.. dengan sifat kasih sayang-Mu..
Engkau lepaskan kami dari berbagai bencana.. engkau mendidik, menjaga, dan merawat kami dari  semenjak didalam rahim ibu-ibu kami..

Maaliki yaumid-diin..

“Engkau adalah Raja.. Penguasa.. saat kami akan mempertanggung-jawabkan atas anugerah yg telah Engkau berikan kepada kami..

Saat ini Engkau masih memberi kesempatan kpd kami untuk hidup.. masih terus Engkau beri anugerah.. dan masih terus Engkau limpahkan kasih sayang..

Tetapi ya Allah.. kami tidak tahu kapan kami akan Engkau panggil..

Dan pada saat Engkau panggil kami “pulang”, dihari kematian kami.. kami masih harus mempertanggung-jawabkan atas semua anugerah yang telah Engkau berikan..

Engkaulah Penguasa hari pembalasan.. Engkau meminta kami untuk bertanggung-jawab atas semua nikmat..

Engkau minta pertanggungan jawab atas seluruh anggota tubuh kami.. mata.. telinga.. hati.. bahkan semua yg kami fikirkan tetap Engkau minta pertanggungan jawab..

Ya Allah.. kami TIDAK SANGGUP untuk mempertanggung-jawabkan semua anugerah itu.. kami tidak sanggup menghitung dosa-dosa kami..

24 jam dalam sehari.. 7 hari dalam seminggu.. dari kecil hingga dewasa.. kami terus melakukan kesalahan..

Bagaimana mungkin kami bisa mempertanggung jawabkan semua itu ya Allah..

Iyyaka na’budu wa iyyaka nas-ta’in..

Hanya kepadaMu’lah kami menyembah.. mengadu.. melaporkan diri atas semua kesalahan dan kebodohan hamba..

Hamba mohon pertolongan ya Allah.. sebab hanya Engkaulah yang bisa menolong kami..

Siapakah yang pantas kami sembah ya Allah.. siapakah yang pantas kami mintakan pertolongan..

Pada hari ini hamba mengadu (berkomunikasi) kepadaMu ya Allah.. .. jangankan untuk mempertanggung jawabkan besok, sementara hari ini pun kami sudah tidak sanggup menghitung dosa- dan kesalahan kami..

Ihdinas-shirootol-Mustaqiim..

Kami mohon petunjuk ya Allah.. apa yg harus kami lakukan mumpung kami masih Engkau beri kesempatan hidup…

Tunjukilah kami jalan yg lurus..

Shiroothol-ladziina an-‘amta alaihim..

Jalannya orang-orang yg telah Engkau beri nikmat.. jalannya para Nabi.. jalannya para syuhada.. jalannya para sholihin.. dan jalannya orang-orang yg Engkau anugerahkan kebahagiaan hakiki dan abadi..

Bukan kebahagiaan yang semu.. bukan kebahagiaan yang Engkau sendiri tidak bahagia untuk melihatnya..

Ghoiril magh-dhuubi alaihim.. wa ladh-dhoooliinn…

Bukan pula jalan orang-orang yg seenaknya saja hidup di dunia..
Bukan jalannya orang-orang yg Engkau tidak sudi melihatnya..
Bukan jalannya orang-orang yg kalau sholat tapi Engkau tidak mau mendengarnya..
Bukan jalannya orang-orang yg sholat tapi Engkau menolak sholat mereka..

Kami tidak mau tersesat ya Allah.. hindari kami dari jalannya orang-orang yg sesat…

Jika kami tersesat.. kemana kami harus mencari jalan untuk “pulang” ke kampung halaman kami ya Allah.. (kampung akhirat)..

Amiiinnn…

Maka kabulkan permohonan kami ya Allah…..

***

Demikian sebagai “Pengantar” bagaimana teknik kita “berbicara” atau “berkomunikasi” kepada Allah. Sebuah “contoh” saja bahwa kita benar-benar ingin “berkomunikasi” dengan-Nya.

Kita harus tahu “apa” yg sedang kita ucapkan.. dan kita harus tahu sedang berhadapan dengan “siapa”..

Uashakan jangan melakukan sholat dengan perasaan (maaf) sok alim di depan Allah..

Jangan sok khusu’ ingin dilihat orang..

Jangan sholat dengan pikiran yang “mengembara” entah kemana..

Jangan melakukan sholat dengan tujuan MEMAKSA Allah untuk menuruti apa maunya kita..

Pada saat kita sedang susah.. sedang sedih.. sedang banyak masalah..
Maka SERAHKAN semua probelama kehidupan kita kepada Allah melalui sholat itu..

Serahkan 100% kepada Allah.. dan biarkan Allah yang akan menyelesaikan masalah kita dengan cara Allah.. BUKAN cara kita..

Pada saat kita ada masalah, maka tugas kita hanya “menyerahkan”nya kepada Allah.. dan TUGAS Allah’lah yang akan menyelesaikannya melalui CARA-CARA yang Allah Maha Mengetahuinya..

***

Demikian sekilas “pengantar” bagaimana kita menyelami “makna hakikat” surat Al Fatihah..

Sebagaimana sudah dijelaskan diatas, bahwa kandungan al Fatihah sangatlah LUAS.. karena merupakan BUKTI KEKUASAAN Allah di alam semesta..

Mari kita bersama memohon kpd Allah melalui al Fatihah..
Mengadu kpd Allah dengan al Fatihah..
dan berserah diri (tawakal) atas semua permasalahan hidup kita kepada Allah melalui karomah dan keberkahan surat Al Fatihah…

Wa ila hadh-rotin nabiyil mustofa Rosulillah… Muhammadin shollallohu alaihim wa salam.. Al Fatihah…

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s