Meng’kaji Surat Al-Ashr (Wal Ash-ri)

1_1103_1103_2103_3

A’udzubillah himinas-syathoo nir-rojim

Bismillah hirohman nirrohim

Wal ash-ri… Demi “waktu”…
Allah bersumpah demi “Waktu”.. demi “masa”..
“Waktu” kita masih di dalam rahim ibu..
“Saat” kita masih kecil hingga beranjak dewasa..
Dan kelak kita pun akan mengalami “masa” tua..

“Sewaktu” kita masih di dalam rahim ibu, kita tidak tahu “bagaimana” Allah membentuk kita dari setetes air mani yang kemudian membentuk segumpal darah..

Jangankan kita, ayah dan ibu kita sendiri pun tidak tahu bagaimana Allah melakukan “hal itu”.
Allah telah menunjukan kekuasaanNya “sewaktu” kita masih di alam rahim ibunda kita.

Dan saat kita terlahir ke dunia..
Allah kembali membimbing kita..
Allah beri petunjuk hidup.. dan Allah beri bekal untuk mengarungi perjalanan hidup.
Bukan saja bekal untuk perjalanan hidup di dunia, tetapi juga bekal untuk perjalanan hidup kita kelak diakhirat.

Yang terjadi adalah…
“Bekal” yang Allah berikan tidak pernah kita perhatikan..
“Bekal” itu seakan mubazir karena tidak pernah kita pakai dalam kehidupan kita.

Seiring “waktu”.. kita terus menyusuri kehidupan ini dengan penuh kerugian..
Punya agama, tetapi tidak pernah dipraktekkan..
Punya Iman, tetapi tidak terasa di hati..
Rajin ibadah, tetapi hati selalu gelisah..

Tidak punya uang, seakan hidup kita merana..
Punya uang banyak, tetapi kita semakin lupa dengan agama.

***

“Waktu” terus berjalan.. sangat cepat hingga tidak terasa kita sudah sampai di penghujung jalan..

Tidak terasa 9 bulan hidup di alam rahim ibunda..
tidak terasa pula kita mengalami masa kanak-kanak..
Sekarang kia sudah dewasa.. sekarang kita sudah di penghujung usia..

Bagaimana kita bisa menghadapi “keras”nya kehidupan akhirat, jika kita “gagal” hidup di dunia..?

Di dunia hidup susah, apakah diakhirat kita harus semakin sengsara..?

Di dunia hati selalu gelisah, apakah di akhirat kita harus semakin menderita..?

***

Mari kita bersama menyisihkan sedikit “waktu” untuk merenung..
Demi Wal Ash-ri.. mari kita bersama menengok kembali catatan perjalanan hidup kita.

Apa yang sudah kita perbuat dalam hidup ini..?

Mari kita saling mengingatkan.. saling menasehati dalam kebaikan..
Bersabar dalam menjalani hidup.. bersabar dalam menjalani berbagai 1001 problema dalam kehidupan kita..

Ajaran agama.. pesan orang tua.. nasehat Baginda Nabi.. dan suri tauladan para Wali..
Itulah sebaik-baik “bekal” untuk kita..

Mumpung masih ada “waktu”..
Walau hanya tinggal sedikit..
mari kita gunakan sebaik mungkin..

Wal ash-ri..
Innal insana lafi husrin..
Ilal ladziina aamanu.. wa amilus-shoolih..
wa tawas-shoubil haq.. wa tawas-shoubis shobr..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s