Inti Keimanan : SABAR

Assalamu alaikum para pembaca blog Majelis Langit…

Kali ini saya akan sharing mengenai topik SABAR.

Pembaca tentunya sudah tahu kata SABAR ini. Ya, semua orang tahu dengan kata SABAR, tapi tidak semua orang tahu makna hakikatnya, dan tdk semua orang bisa mempraktekkannya (jujur saja, termasuk saya).

Kesabaran adalah salah satu inti keimanan yg sangat sulit dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Banyak orang mengatakan kesabaran itu ada batasnya, padahal kesabaran adalah inti keimanan. Jika kesabaran kita ada batasnya, maka (dpt dikatakan) inti keimanan kita juga terbatas… hanya sebatas kesabaran yg kita miliki.

Keimanan adalah kaki kita utk melangkah dalam kehidupan ini. Jika kaki kita lemah (kurang sabar) dapat dipastikan kita akan berjalan terseok-seok dalam kehidupan.

Yang dimaksud terseok-seok adalah kita kurang bisa menyikapi apa yg menjadi ujian dalam kehidupan kita. Kita mudah putus asa, mudah stress / depresi, mudah terpuruk dalam kesedihan dan kedukaan, mudah marah / emosi, dan lain sebagainya… yg semua itu menunjukan kita kurang bisa menyikapi keadaan.

Yang jadi masalah lain kalau kita kurang sabar adalah.. terkadang apa yg kita lakukan justru makin memperburuk keadaan.

Contoh, karena kita kurang sabar dalam menghadapi masalah maka kita akan mudah emosi (marah-marah). Padahal, kalau kita melakukan sesuatu dg marah-marah, maka yg terjadi adalah suasana / keadaan makin kacau.

Atau juga, krn kurang sabar menerima cobaan, kita sering mudah sedih saat menjalani cobaan itu. Pada saat sedih, maka semua ide2 utk menyelesaikan masalah tdk bisa muncul. Otak menjadi buntu. Padahal kita membutuhkan ide2 baru guna menyelesaikan berbagai persoalan hidup kita.
Tanpa ide2 maka tidak ada tindakan. Tanpa adanya indakan maka tidak ada penyelesaian masalah.

Coba kita tenungkan dampak dari kurang sabarnya kita seperti tsb diatas. Ada banyak dampak negatif lain disebabkan karena kita kurang sabar. Yg ujung-ujungnya adalah kita semakin terpuruk dalam permasalahan yg kita hadapi.

Itulah sebabnya, kenapa sabar menjadi inti dari nilai2 keimanan. Tanpa kesabaran, maka keimanan kita sangat diragukan. Para Nabi dan utusan Allah adalah mereka yg memiliki pondasi keimanan yg kokoh, dan keimanan mereka kuat krn kesabaran yg dimiliki dlm kehidupan ini.

Hidup bahagia adalah dambaan semua orang. Tapi kebahagiaan hanyalah angan2 kosong jika tidak diraih dengan perjuangan dan kesabaran dlm menyikapi ujian2 saat meraih kebahagiaan itu.

Salam, semoga sharing ini bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s