Kholwat

Khalwat ialah sepi atau sunyi, menurut para sufi, khalwat ialah usaha seorang hamba untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT dengan cara menyepikan batin dari sifat-sifat keduniaan, mensunyikan hati dari hawa nafsu dunia.

Khalwat merupakan suatu keadaan dimana seorang hamba berusaha untuk membutakan matanya dari pandangan-pandangan dunia, mentulikan telinganya dari bisikan-bisikan hawa nafsu dan membisukan lidah dari perkataan-perkataan yang tidak berguna.

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin pada bab Adabu Uzlah menjelaskan bahwa khalwat merupakan salah satu upaya seorang hamba untuk membangun ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam pandangan Syaikh KH Sa’adih Al Batawi, bahwa khalwat dilakukan sebagai usaha manusia untuk mengenal dirinya agar dapat mengenal Allah SWT. Salah satu caranya ialah dengan berusaha semaksimal mungkin dapat mengendalikan nafsu lawamah, sawwamah dan ammarah dan nafsu dunia serta nafsu syaithoniyyah yang terdapat dalam jiwanya, sehingga diharapkan akan muncul dalam jiwa manusia itu jiwa yang mutmainnah (jiwa yang tenang).

Allah SWT pada dasarnya telah mengajarkan tentang khalwat dan menjelaskan tentang betapa pentingnya khalwat bagi manusia, hal ini telah termaktub dalam Al Quran: artinya “Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan-Nya), maka Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya” (Al Quran Surat Al Syams : 7 – 10)

Dari ayat diatas sungguh sangatlah jelas bahwa Allah SWT punya kepentingan agar manusia menjadi taat dan patuh serta mau membersihkan dan mensucikan jiwanya. Sehingga ketika manusia nanti kembali kepada Allah mereka senantiasa berada dalam kesucian lahir maupun batin.

Sungguh amat beruntunglah orang-orang yang memilih jawal ketaqwaan itu karena mereka tidak menyia-nyiakan hidayah yang Allah berikan kepada mereka. Sebaliknya sungguh amat merugilah bagi mereka yang memilih jalan kefasikan, karena mereka telah menyia-nyiakan rahmat, hidayah dan fitrah ketauhidan yang telah Allah SWT berikan kepada mereka, dengan cara mengotori jiwa, hati dan iman mereka sendiri dalam bentuk-bentuk perbuatan kemaksiatan di hadapan Allah.

Pada akhirnya khalwat diharapkan dapat membentuk manusia-manusia yang taat dan tunduk kepada Allah, yaitu mereka mampu bersabar ketika Allah uji, ihklas dalam penyembahannya kepada Allah, bersyukur ketika diberi nikmat dan ridho atas segala ketentuan serta keputusan-keputusan Allah.

Sebagai salah satu tingkatan dalam pembentukan karakter melalui pendakian spiritual, manusia dibimbing untuk mengenal dirinya agar dapat mengenal Allah SWT. Didalam khalwat, jamaah dilatih untuk mengendalikan keinginan yang seringkali ditumpangi dengan nafsu, dilatih untuk melakukan dialog batiniyah kepada Allah SWT hingga mencapai muroqobah dan musyahadah yang output-nya berupa amal soleh dengan ter-internalisasi-nya sifat-sifat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial.

AGENDA MAJELIS KHALWAT AS-SAMAWAAT

Majelis Khalwat As-Samawaat dimulai pada hari Jumat ba’da Dzhuhur sd Minggu ba’da Isya

Kalender Majelis Khalwat As-Samawaat tahun 2012:

  • bulan Maret  : 30 Maret – 1 April
  • bulan April   : 6 – 8 April, 13 – 15 April, 20 – 22 April, 27 – 29 April
  • bulan Mei    : 4 – 6 Mei, 11 – 13 Mei, 18 – 20 Mei, 25 – 27 Mei
  • bulan Juni   : 1 – 3 Juni, 8 – 10 Juni, 15 – 17 Juni

TATA TERTIB MAJELIS KHALWAT AS-SAMAWAAT

A. PERSYARATAN

  1. Dalam keadaan sehat lahir dan batin
  2. Telah mengikuti pengajian (malam Selasa/ malam Jumat/ Bulanan) minimal 3 (tiga) bulan, kecuali atas rekomendasi MURSYIDUNA
  3. Terdaftar di wilayah Distrik/ Sub Distrik/ Rayon/ Sub Rayon
  4. Memiliki pengetahuan dasar Syariat
  5. Mendapatkan ijin dari keluarga (ayah/ ibu/ wali/ suami/ anak)

B. KEWAJIBAN

1. Mengenakan seragam & atribut resmi Majelis Dzikir As-Samawaat

Pria :

  • gamis putih panjang sampai mata kaki
  • kopiah putih, sorban hijau, udeng-udeng putih

Wanita :

  • gamis putih panjang
  • kerudung/ burgo putih polos

2. Membawa sarung & sajadah dan untuk wanita dilengkapi dengan mukena putih

3. Membawa Al Quran terjemahan

4. Mentaati semua peraturan

5. Berlaku sopan, tertib, rapi dan menjaga kebersihan

6. Sudah hadir di tempat khalwat pada waktu Ashar, kecuali atas rekomendasi MURSYIDUNA

C. LARANGAN

  1. Membawa makanan dan minuman
  2. Membawa teman atau keluarga, baik ketika mengantar maupun menjemput Peserta Khalwat
  3. Membawa perlengkapan selain yang dibutuhkan selama khalwat, seperti peralatan kosmetik, asesoris atau pakaian berlebihan
  4. Membawa bacaan selain Al Quran/ Risyadus Sholihin/ Aurood
  5. Membawa dan mempergunakan alat komunikasi serta kamera
  6. Berbicara, bercanda dan ribut selama khalwat

D. KONSEKUENSI

Apabila Peserta tidak mentaati larangan diatas, maka Peserta dianggap sudah tidak dapat mengikuti khalwat secara penuh dan akan dipulangkan pada saat khalwat berlangsung

E. ANJURAN

  1. Membawa perlengkapan sholat sendiri (mukena, sarung, sajadah)
  2. Membawa perlengkapan mandi
  3. Memakai wewangian/ parfum
  4. Menggunakan transportasi mandiri
  5. Melakukan banyak konsultasi dengan Pengurus dan Pembina Distrik/Rayon

Last modified on Monday, 25 June 2012 20:37

Sumber : as-samawaat.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s